Tidak Ada Waktu Sarapan?

2009 March 14
tags:
by Meidya Derni

cerealLima menit lagi, masih ngantuk. Bangun dari tempat tidur rasanya malas sekali. Waktu terus melaju. Makan pagi menjadi korban.  Alasannya, nanti saja makan siang. Atau minum teh/kopi sudah cukup. Walaupun sudah tahu manfaatnya makan pagi. Tetapi tetap saja makan pagi sering dikorbankan.

Tahukah anda bahwa secangkir kopi atau teh manis tidak cukup. Gula hanya sesaat memicu tenaga, dan sebentar kemudian lenyap. Saat bekerja, anda tidak akan mencapai kinerja puncaknya di pagi hari. Nanti setelah makan siang, kinerja pun merosot lagi karena mengantuk akibat terlalu kenyang.

Menghilangkan makan pagi dengan alasan sedang menurunkan berat badan jugalah tidak tepat.Sesudah delapan sampai 12 jam tak ada makanan, anda memerlukan persediaan glukosa darah, gizi (lemak, protein) untuk tenaga.

Dr Mark Pereira dan kolega di Harvard Medical School menganalisa jumlah makan sebanyak 1.198 orang hitam dan 1.633 orang putih. Keseluruhan, 47% whites dan 22% dari kulit hitam mengatakan mereka makan pagi setiap pagi.

Mereka menemukan bahwa orang yang makan pagi setiap hari, kemungkinannya lebih kecil menjadi gemuk dibandingkan dengan yang melewati makan pagi. Makan pagi adalah rahasia tetap sehat, demikian kesimpulan mereka. Meninggalkan makan pertama ini, menambah kesempatan penyakit gula berkembang, kegemukan atau malah menyerang jantung.

Bahkan makan pagi juga menolong untuk mestabilkan tingkat gula darah, yang mengatur selera makan dan tenaga. Studi mereka lebih lanjut mengetahui bahwa orang yang makan tanaman biji-bijian setiap pagi lebih banyak merasakan manfaatnya bagi kesehatan

Lalu bagaimana dengan anak-anak?

Ini contohnya:

• The State of Minnesota Breakfast Study, melaporkan bahwa pelajar yang makan pagi sebelum sekolah menunjukan peningkatan kemampuannya dalam bidang matematika, membaca, konsentrasi, tingkahlaku, dan mengurangi kunjungan ke dokter

• Anak-anak yangmakan pagi dengan menu sehat, dapat mencapai jumlah nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, berhasil menguasai berat badan mereka, mempunyai tingkat kolesterol darah lebih rendah, lebih sering datang ke sekolah, dan lebih sedikit mengeluh sakit perut.

• Anak-anak yang makan pagi lebih mungkin terpenuhi zat-zat mineral seperti kalsium, fosfor, magnesium, dan vitamin, seperti riboflavin, vitamin, C, dan B12, dan folate.

• Anak-anak yang kekurangan kalori karena melewati sarapan paginya tidak akan dapat penggantinya pada makan selanjutnya.

Jadi masihkah akan berkata No Time For Breakfast? (MD/dari berbagai sumber)

No comments yet

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS