Boleh Ngeluh, Asal…

2011 May 11
by Meidya Derni

“Aduh, ngeluh melulu, capek deh ah.” Mungkin Anda pernah bertemu atau memiliki teman yang setiap hari mengeluh. Mulai dari masalah anak, suami, kerjaan, mertua, dll. Sepertinya semuanya tidak ada yang benar menurutnya. Anda pun jadi kesal mendengar keluhannya setiap hari.

Sebenarnya tidak ada salahnya mengeluh, mengeluarkan “uneg-uneg” saat masalah terasa begitu berat dan emosi memuncak. Tetapi lakukan dengan cara yang benar agar yang mendengarnya pun tidak kesal

* Atur siasat yang tepat
Ceritakan masalah yang Anda hadapi kepada orang yang benar-benar tertarik mendengarkan. Pastikan Anda bercerita tidak kepada orang yang itu-itu saja. Sebab, bisa saja dia berpikir Anda tukang menggerutu. Orang yang mendengarnya pun menjadi sebal. Jangan-jangan malah akhirnya bertengkar dengan Anda.

* Sampaikan dengan jelas apa yang menjadi kekesalan Anda
Boleh saja menyampaikan kekesalan Anda kepada orang lain, namun pastikan isi pesannya jelas, bukan sekadar marah-marah tanpa sebab. Namun, jika kita bermaksud ingin mengubah keadaan, cobalah untuk melakukan sesuatu ketimbang hanya berkeluh-kesah.

* Gunakan kalimat positif
Gunakan fakta dan sampaikan secara diplomatis. Alih-alih berkata, “Ibuku selalu sulit diajak kompromi”, lebih baik menggantinya dengan kata-kata, “Ibuku kurang fleksibel”. Penggunaan kalimat positif membuat keluhan Anda lebih berdampak baik bagi diri sendiri dan orang lain.

No comments yet

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS