Racun

2011 February 28
by Meidya Derni

Pernahkan Anda berpikir bahwa setiap hari Anda meracuni diri Anda. Ya seringkali tanpa kita sadari kita telah merusak diri sendiri.

Coba pernahkan Anda marah-marah kepada orang di sekitar Anda setelah melihat suatu berita? Atau setelah Anda baru merasakan peristiwa yang tidak nyaman. Lalu keluarlah segala caci maki, hingga Anda sesaat merasa puas telah menyakiti orang lain, melukai harga dirinya bahkan mungkin tangan Anda sudah menyakiti tubuhnya.

Pernahkan Anda berkata, ya masalah lagi-masalah lagi. Memang hidup saya penuh masalah! Atau pernahkah Anda berkata, saya tidak bisa. Saya tidak mampu untuk melakukan hal tersebut. Saya memang tidak berguna! Saya tidak pintar! Saya bla..bla…

Itu semua adalah racun bagi diri Anda. Lama kelamaan akan mematikan diri Anda sendiri. Setiap hari Anda akan terus merasa kecewa, marah, tidak bahagia, semua dilihat jeleknya. Berulang-ulang setiap hari seperti itu. Akhirnya itu menjadi kebiasaan Anda setiap harinya!

Jika hal tersebut terjadi pada Anda, cobalah untuk berhenti meracuni diri sendiri. Pilih apa yang akan masuk dalam pikiran dan tubuh Anda. Sudahi kebiasaan buruk yang tidak perlu. Daripada duduk berleha-leha membicarakan orang lain ataupun membahas keburukan orang lain, lebih baik lakukan sesuatu yang bermanfaat untuk hidup Anda.

Daripada menonton acara yang merusak pikiran Anda lebih baik dimatikan TV-nya cari kegiatan yang membuat Anda merasa bergairah menjalani kehidupan.

Daripada Anda menguraikan segala penderitaan Anda, uraikan, tulis di kertas segala kebaikan yang Anda peroleh.

Pernahkah Anda berpikir bahwa Anda beruntung sudah bisa bernafas lega. Lihatlah betapa menderitanya orang yang memakai tabung oksigen. Dada  rasanya terhimpit beban berat, untuk menarik satu nafas saja seperti mengeluarkan tenaga untuk mengangkat alat pemberat olahraga. Iya saya tahu itu karena saya pernah merasakannya.

Pernahkan Anda bersyukur bahwa Anda bisa berkata-kata dengan lancar? Tidak ada penyakit di mulut Anda. Tidak sakit gigi ataupun sariawan yang membuat untuk membuka mulut saja seperti rasanya seperti dirobek dengan pisau.

Pernahkah Anda bersyukur sudah memiliki tempat berteduh walaupun masih menumpang di rumah orangtua. Tidak perlu kedinginan ataupun kepanasan di bawah kolong jembatan.

Pernahkah Anda bersukur dapat berjalan kaki dengan nyaman? Tidak ada bengkak di kaki Anda karena penyakit rematik, asam urat, ataupun kaki rata.

Tahukah Anda saat Anda memaki pada orang lain, sama saja Anda menghinakan diri Anda senidri. Iya Anda mengatakan pada dunia.. “Hey..lihatlah diriku… perasaanku tidak baik, aku tidak bahagia. Aku tidak ingin kamu bahagia. Aku egois! Diriku kotor maka yang keluar adalah makian untukmu!”

Sungguh kasihan diri Anda, seharusnya Andalah yang pertama kali memuliakan diri sendiri. Andalah orang yang pertama mencintai dan menghormati diri sendiri.
Bagaimana mungkin Anda mengharapkan orang lain menghormati Anda, jika Anda mengajari mereka untuk menghina diri Anda sendiri?

Sebelum Anda bicara, pikirkanlah, pilih apa yang akan keluar dari mulutmu. Pilih info apa yang masuk ke alam pikiranmu. Tampilkanlah yang terbaik dari dirimu. Baik itu berupa perkataan, sikap dan tingkah laku.

Ingat Anda diberikan kebebasan untuk memilih olehNya, pergunakanlah hal tersebut. Merasa baiklah pada diri sendiri, yakinlah pada kemampuan Anda!

One Response leave one →
  1. 2011 March 1
    Muzaina permalink

    Ya, saya setuju dengan pendapat itu. Jika lihat di facebook, bermacam2 luahan yang ditulis. Kita harus berhati-hati ketika meluahkan sesuatu di facebook kerana ia juga mencerminkan keadaan diri kita sebenarnya. Facebook bukan tempat yang sesuai untuk meluahkan segalanya tetapi yang sepatutnya adalah di tikar sembahyang.

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS