Ya, Kamu Bisa!

2011 February 9
by Meidya Derni

Yuk, kita kembali ke masa kecil. Bayangkan saat kita masih memakai seragam sekolah. Setiap hari kita ke sekolah, walaupun rasanya malas sekali. Soalnya kalau tidak pergi ke sekolah bisa dimarahin mama, ditegur bu guru, ketinggalan pelajaran, tidak bertemu dengan teman, dan lain-lain. Tanpa kita sadari kita sudah melewati satu tahun dan naik kelas selanjutnya lalu lulus sekolah.

Saat sekolah dulu  kita punya target yang harus dicapai, yaitu naik kelas. Ataupun lulus ujian, ulangan dapat nilai bagus. Kita belajar agar target tersebut tercapai, rajin masuk kelas, bahkan ikutan les tambahan agar nilainya bagus.

Nah sekarang kita sudah dewasa, tetapi apakah kita masih memiliki target dalam hidup ini? Kalau jawabannya tidak, berarti Anda merugi. Iyalah masa kalah dengan anak kecil.

Memang terkadang kita terlena dengan kenyamanan yang telah kita peroleh. Misalnya saja para ibu yang sudah nyaman dengan posisinya, memiliki anak-anak yang sehat, suami yang baik, kebutuhan hidup terpenuhi, bahkan ada yang melayani. Atau para pria, yang telah memiliki anak, isteri, pekerjaan, penghasilan setiap bulan. Hari-hari mengalir begitu saja, tidak ada target lagi yang harus dicapai. “Ah daripada pusing pasang target, mending nikmati saja hidup,” begitu alasannya.

Kalau itu terjadi berarti Anda telah merugi, karena bisa jadi hari ini lebih buruk daripada kemarin. Nah untuk itu yuk kita bikin target.

Misalnya, setiap hari bikin target dalam ibadah.
Target untuk menjaga kesehatan.
Target untuk pengembangan pengetahuan dan ketrampilan.
Target untuk bisa memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga, dll

Setelah target itu ada, ya kita tuliskan agar kita ingat.
Lalu buat langkah-langkah agar taget tersebut tercapai.

Misalnya target ingin rajin sholat malam, maka harus melakukan sesuatu agar target tersebut tercapai. Tidur jangan kemalaman, siapkan alarm di samping tempat tidur.

Jika ingin badan tetap sehat, maka Anda harus rajin berolahraga.
Buat langkah-langkah kecil agar Anda rajin olahraga. Misalnya dengan meluangkan waktu 30 menit setiap hari untuk jalan kaki di sekitar rumah ataupun treadmill. Hanya 30 menit dulu, setelah terbiasa baru tingkatkan menjadi 1 jam.

Lakukan setiap hari, jangan terputus hingga menjadi terbiasa. Ingat manusia itu dibentuk oleh kebiasaannya lho. Jika sudah terbiasa olahraga, pasti merasa tidak enak jika tidak olahraga, terasa ada yang kurang hari itu.

Jika terbiasa dengan sholat malam, pasti tidak enak rasanya karena tidak sholat. Jika terbiasa baca Al Quran terasa tidak nyaman jika tidak baca hari itu.

Lalu agar target itu tercapai kita harus punya motivasi yang kuat. Motivasi itu yang menjadi energi yang kuat agar kita tetap terus berusaha dan tidak menyerah.

Lihat deh anak bayi yang baru belajar melangkah, walaupun jatuh berkali-kali tetap saja berdiri dan berusaha jalan. Tidak bisa diam, walaupun orang-orang disekitarnya menjerit menghalangi langkah kaki mungilnya. Bayi tetap bangkit karena dia ingin jalan, keinginan itu menjadi energi besar buat dirinya.

Kalau kita baca kisah sukses seseorang, pasti kita akan tahu bahwa mereka punya target dalam hidup dan punya motivasi kuat untuk menjadi lebih baik.

Nah sekarang ayo tuliskan target Anda. Untuk diri sendiri, untuk keluarga, untuk kehidupan setelah kematian, untuk pekerjaan, juga untuk bisnis Anda. Jangan sampai menyesal lho.

Saya pernah nonton wawancara dengan seorang nenek yang usia 92 tahun! Ya dia baru tamat S1-nya. Alasannya kenapa kuliah lagi, daripada saya menyesal sepanjang hidup, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Ayo  buat target, jangan mau kalah dengan anak kecil dan nenek tersebut 🙂 Ya, kamu bisa!

No comments yet

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS