Liburan Bareng Teman Yuk

2011 February 6
by Meidya Derni

Bayangkan jika Anda bisa pergi ke Mekah kapanpun Anda mau. Beribadah dengan reward yang tak ternilai. Menguatkan keimanan dan kecintaan pada Rosul saw.  Jaraknya hanya kurang dari 2 jam dari tempat tinggal Anda. Apa yang Anda rasakan? Bahagiakah?

Tetapi ternyata tidak, teman saya yang berada di Taif, tidak merasa bahagia. “Saya tidak memiliki teman disini,” demikian keluhnya pada saya. “Saya ingin kembali ke USA atau ke negara saya saja.”

Saya kembali mengingat hari-hari yang saya dan dia lalu bersama saat kami satu kota. Saat bertemu kami  bercerita, tertawa, dan dia merasa terhibur dengan kehadiran saya. “Bersama kamu membuat letih saya lenyap,” ucapnya pada saya.

Teman, oh teman ternyata manusia memang membutuhkan teman. Memang sebagai seorang isteri kita memiliki suami, tetapi itu berbeda. Tidak hanya isteri, para suami pun membutuhkan teman.

Teman, bersamanya dapat membuat kita bahagia, berbagi cerita dan saling menguatkan. Teman layaknya keluarga kedua yang dapat menerima kita apa adanya.
Teman bisa menerima segala kekurangan dan kelebihan  dan tidak menjadikan masalah.

Lantas, teman bicara seperti apa yang kita perlukan saat keadaan terpuruk? Untuk membangun kembali motivasi diri, seseorang dalam keadaan terpuruk membutuhkan dukungan orang lain secara utuh. Tipe teman bicara yang dibutuhkan, di antaranya, bersedia meluangkan waktu khusus, mendengarkan dan memahami masalah secara utuh, fokus total dengan pembicaraan, dan bukan sekadar formalitas. Selain itu, teman bicara yang dibutuhkan adalah mereka yang memberikan dukungan, membangun kepercayaan diri, serta memberikan motivasi dan dorongan positif.

Saat saya kuliah dahulu, saya tinggal di kos Destina yang penghuninya semuanya perempuan. Setiap hari, ada saja yang membuat kami tertawa bahagia. Setelah kuliah pulang ke kos rasanya hiburan tersendiri. Berbagi kisah tentang kejadian di kampus. Kami saling menyapa bahkan mentertawakan diri satu sama lain.

Makan malam bersama menikmati nasi goreng yang lewat di depan kos, sarapan pagi dengan menu yang kami masak ramai-ramai hingga liburan bersama. Walaupun dana liburan tipis, tetapi tidak menghalangi kami untuk liburan bersama.

Liburan bersama teman, rasanya setelah menikah liburan bersama teman masuk ke daftar prioritas nomor sekian. Prioritas liburan bersama keluarga menjadi lebih utama, apalagi jika dana yang tersedia terbatas.

Teman, betapa  pun usia kita, tetap butuh teman. Bahkan kita ingin memiliki lebih banyak setiap harinya. Teman yang mendukung dan mendorong kita untuk maju. Maukah Anda memiliki teman seperti itu?

Tentu saja bisa, bahkan Anda bisa berlibur bersama teman dengan biaya gratis.
Bayangkan, Anda berada disuatu tempat bersama teman-teman Anda hanya untuk bersenang-senang. Semua biaya yang dibutuhkan untuk itu adalah nol, alias gratis, orang lain yang akan membayar semua pengeluaran Anda.

Ah nggak mungkin! Ya itu memang tidak mungkin jika kita hanya berhayal saja tanpa melakukan suatu perbuatan. Tidak mungkin kita punya teman jika hanya duduk menonton TV saja. Tidak mungkin kita punya teman jika kita tidak pernah menyapa orang lain.

Bagaimana apakah Anda tertarik memiliki teman-teman baru yang akan mendukung kemajuan Anda?  Saya baru mendapat teman-teman baru yang selalu menyebarkan semangat positif, dan itu membuat hidup semakin optimis.  Anda ingin berkenalan dengan mereka? Jika mau saya dapat memperkenalkan Anda pada teman-teman baru saya 🙂

No comments yet

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS