Just Do It!

2011 January 26
tags:
by Meidya Derni

Sore yang dingin, saya dan seorang teman meneguk secangkir teh hangat yang ditambahkan daun mint di ruang makan kediaman saya. Sambil kami menikmati hangatnya aliran teh ke tubuh kami, kami saling bercerita tentang impian kami.
“Apa impian kamu saat ini?” tanya teman saya yang duduk disamping saya.
“Wah banyak!” jawab saya cepat. Lalu saya pun mulai membeberkan impian saya. Kemudian saya balik bertanya pada teman saya.
“Kalau kamu bagaimana?”
“Ya, saya punya impian, tetapi tidak tahu bagaimana mewujudkan impian tersebut,” jawab teman saya.
“Ya, dengan usaha donk. Ayo saya dukung.”
Tak lama teman saya pun menantang saya. “Bagaimana dengan kamu?”
“Saya masih berusaha terus. Doakan saya ya.”

Ah impian, apa yang sudah saya lakukan untuk mewujudkan impian saya?

Saat awal menulis buku, impian saya adalah menerbitkan buku. Setiap hari saya sempatkan untuk menulis dan membaca. Sampai sekarang pun kegiatan tersebut masih saya lakukan. Alhamdulillah, impian tersebut terwujud. Buku-buku saya sudah banyak beredar di pasaran. Tetapi apakah saya puas? Tentu saja tidak, karena saya punya impian yang lain di dunia penulisan. Saya ingin terus menulis hingga usia saya usai. Saya ingin tulisan saya menjadi amalan yang tak putus.

Saat menikah, impian saya memiliki anak. Alhamdulillah, dua pelangi saya hadir di kehidupan saya. Tetapi impian itu tidak berhenti sampai disitu. Impian baru lahir kembali. Saya ingin anak-anak saya selamat di dunia dan akherat.

Lalu bagaimana dengan materi? Tentu saja saya memiliki impian berkaitan dengan materi. Saya pun berusaha untuk itu. Saya menjalankan berbagai bisnis. Bisnis tersebut saya jalani langsung ataupun bekerjasama dengan pihak lain, berupa investasi.

Saya pernah  dan masih terus berinvestasi untuk mewujudkan impian saya. Mulai dari jutaan hingga ratusan juta. Ada yang gagal total dan ada yang sesuai dengan harapan. Investasi di bidang penerbitan, cafe, mobil, dll. Buat kami, lebih baik uang di putar untuk usaha, tidak disimpan saja, agar lebih bermanfaat buat orang banyak.  Walaupun usaha tersebut akhirnya gagal, setidaknya pernah bermanfaat bagi orang lain.

Suatu ketika saya membaca kisah seorang teman akan kesuksesannya menjalankan bisnis dengan modal kecil. Saya membandingkan modal yang dia keluarkan dengan modal yang sudah saya keluarkan. Hasilnya sangat jauh berbeda. Rupanya cara dia menjalankan bisnis berbeda dengan saya. Dia lebih banyak mengunakan fasilitas internet dalam menjalankan bisnisnya.

Seperti apa sih bisnis yang dia jalankan? Saya pun mulai membaca-baca kisahnya. Saya bandingkan dengan kisah orang lain yang menjalankan bisnis yang sama. Akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa untuk sukses tidak hanya ketekunan saja yang dibutuhkan, tetapi alat penunjang bisnis pun diperlukan.

Saya mengenal internet sejak masih kuliah. Saat itu orangtua saya harus membayar $100/bulan untuk berlangganan di tahun 90 an.  Kemudian setelah selesai kuliah bekerja di provider internet. Saya pun mendapatkan penghasilan dari internet setiap bulannya.

Melihat tool yang dipergunakan oleh teman saya tersebut, saya tahu kalau dia benar-benar tekun mendesain semua fasilitas yang diberikan pada  jaringannya. Semua fasilitas dan kemudahan tersebut membuat saya tertarik bergabung dengan jaringannya. Saya tidak perlu pusing lagi mendesain website, banner,  autoresponder dll.

Semoga awal bisnis saya bisa mempercepat terwujudnya impian-impian saya. Doakan ya 🙂 Atau Anda mau bergabung dengan saya dan teman saya tersebut? Jika ingin memulai usaha jangan kebanyakan mikir Just Do IT! Biayanya lebih murah dari harga baju  yang Anda pakai 🙂

One Response leave one →
  1. 2011 January 26
    dewi permalink

    bisnis apa nih mbak?jadi tertarik ,mau dong infonya….

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS