Ya…, Lupa!

2011 January 18
tags:
by Meidya Derni

Sewaktu dalam perjalanan menuju Aquarium yang perjalanannya memakan waktu 30 menit, di mobil saya terhentak. Saya ingat kartu keanggotaan untuk masuk Aquarium. Panik saya membongkar tas, yang ternyata tidak menemukan kartu sama sekali. Segeralah suami mencari jalan keluar dari highway, untuk kembali ke rumah.

Sesampai di rumah saya lihat di atas meja tidak ada kartu tersebut. Barulah saya ingat kalau kartu tersebut saya masukan ke saku baju saya. Wah sudah sedemikian parahkah ingatan saya?
Saya pun mulai merenung, mengapa bisa lupa. Okelah sebelum pergi saya memang harus menyelesaikan banyak urusan rumah dan harus mempersiapkan bekal makan siang. Karena melakukan beberapa kegiatan disaat yang sama, akibatnya saya tidak focus. Tidak sadar kalau kartu sudah saya simpan di dalam saku baju. Memang memasukkan barang ke dalam saku bukan kebiasaan saya. Biasanya saya selalu memasukkan barang ke dalam tas.

Tetapi kejadian lupa tersebut membuat saya mencari tahu  lebih jauh tentang penyebabnya. Dalam sebuah artikel kesehatan dibahas tentang penyebab mudah lupa. Dalam kehidupan sehari-hari saya bukan orang yang suka makan asal-asalan. Saya memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuh saya. Begitu juga dengan olahraga setiap hari. Juga untuk menghindari stress saya memiliki cara tersendiri. Mulai dari dzikir, baca buku, pengaturan nafas, rekreasi dll.

Rupanya penurunan daya ingat dimulai pada usia 40 tahun karena pada usia tersebut ada beberapa sel otak sudah mulai mati. Sel otak yang sudah mati tidak akan mengalami regenerasi sehingga menyebabkan seseorang menjadi mudah lupa. Sedangkan bagi mereka yang pelupa di usia muda, penyebabnya mungkin karena kelelahan otak atau stres yang mengakibatkan ingatannya tidak cukup kuat.

Kaum wanita diduga lebih banyak dan lebih mudah untuk menjadi pelupa. Penyebabnya adalah faktor hormon pada wanita yang menyebabkan wanita lebih mudah mengalami stres dibandingkan pria. Stres yang berkepanjangan sebenarnya dapat memicu kelelahan pada otak. Bila hal itu tidak segera diatasi, maka lama-kelamaan fungsi otak akan menurun dan akhirnya menjadi mudah lupa. Bila seseorang juga kurang mengaktifkan kerja otaknya, maka sel-sel yang jarang dirangsang untuk bekerja tersebut akan mengalami kerusakan dan menyebabkan mudah lupa.

Bagaimana caranya agar tidak pikun sebelum waktunya? Sejak usia 20-an tahun, sebaiknya daya ingat kita harus dijaga. Caranya antara lain melalui pola makan yang terjaga karena hal tersebut akan mempengaruhi kekuatan dan tingkat energi tubuh serta dapat mempengaruhi kerja otak. Sel-sel otak kita membutuhkan nutrisi dan oksigen sebagai bahan bakar untuk melancarkan kerja sel otak itu sendiri serta aliran darah yang menuju ke otak. Selain itu, olah raga juga penting untuk membantu daya ingat agar tetap terjaga dengan baik. Dengan olah raga yang teratur, maka aliran darah akan menjadi lancar sehingga suplai zat makanan dan oksigen menuju otak juga akan berjalan dengan baik.

Berikut ini contoh makanan dan minuman yang diketahui dapat membantu otak agar dapat bekerja lebih baik, yaitu:

Kopi
Kafein di dalam kopi diketahui menyerupai senyawa kimia yang terdapat di dalam otak, yaitu adenosin. Senyawa tersebut diduga dapat merespon aktivitas otak. Tetapi kebanyakan kafein juga tidak baik.

Buah dan kacang-kacangan
Buah dan kacang-kacangan mengandung sejumlah Boron yang mampu memberikan efek eletrik dalam otak. Kacang-kacangan, brokoli, anggur, apel, dan pir juga sangat bermanfaat bagi otak kita.

Sea food
Makanan yang kaya akan sumber mineral seng ini dapat meningkatkan kemampuan otak dalam menyimpan memori sehingga dapat mempertahankan daya ingat dan membuat otak lebih mudah untuk berkonsentrasi.

Makanan yang kaya akan protein
Protein nabati maupun hewani dapat memberikan efek menenangkan pada otak. Protein dapat membantu otak supaya bekerja dengan cepat dalam menerima pesan.

Jadi buat para ibu, hati-hati jika sudah mendekati 40 tahun 🙂

No comments yet

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS