Menebus Kesalahan Dengan Kesalahan.

2010 October 21
by Meidya Derni

Pernahkah Anda merasa bersalah pada orang lain? Tentulah perasaan tersebut membuat Anda tidak nyaman. Kita lupa bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Lupa bahwa kesalahan dapat diperbaiki dengan cara yang benar, dan dapat dijadikan pelajaran, pengingat bagi kita di dalam kehidupan.
Tetapi kenyataannya seringkali kita berusaha untuk menebus kesalahan tersebut dengan cara yang salah. Menebus kesalahan dengan kesalahan.

Misalnya saja karena Anda merasa bersalah dengan anak, membuat Anda tidak menjalankan aturan yang telah Anda tetapkan. Anda berjanji akan pergi dengan anak, tetapi karena kesibukan Anda di kantor, akhirnya Anda lupa dengan janji tersebut. Saat bertemu dengan anak, Anda merasa bersalah. Ketika itu pun Anda ingin menebus kesalahan. Saat anak meminta sesuatu pada Anda, langsung Anda penuhi keinginan tersebut. Padahal saat Anda dalam keadaan normal, pasti Anda akan menolak permintaan tersebut.

Seorang teman berkata pada saya bahwa dia sering kesal dengan suaminya akibat suami yang selalu memenuhi keinginan anaknya. Alasan suaminya karena dia bekerja untuk keluarga. “Untuk apa uang disimpan, lebih baik dinikmati saja. Lagi pula waktu saya kecil, saya harus bekerja untuk mendapatkan uang agar dapat membeli sesuatu. Hal tersebut sangat tidak menyenangkan.”

Akibat pengalaman masa kecil tersebut, membuatnya tak ingin anaknya mengalami hal yang sama. Dia ingin anak hidup bahagia, terpenuhi semua keinginannya.

Dalam mengasuh dan mendidik anak, kita sering mengacu pada cara orangtua kita dalam mendidik kita. Jika saat kecil kita tidak mendapatkan sesuatu, maka kita berusaha agar hal tersebut tidak terulang lagi pada anak kita.

Jika saat kecil kurang mendapatkan perhatian karena orangtua sibuk bekerja, maka berusaha untuk memberikan perhatian yang cukup pada anak-anak. Jika kurang materi maka berusaha memberikan kecukupan materi.

Tetapi ada hal yang seringkali kita lupa, bahwa kita tidak memberikan apa yang orangtua kita telah berikan pada masa kecil kita.

Jika Anda merasa sukses saat ini, dapat hidup mandiri, tentulah ada peran orangtua disana. Mereka telah mengajari Anda untuk tidak mudah menyerah, berusaha untuk mencapai keinginan. Walaupun saat masih kecil Anda merasa kesal dengan cara mereka dalam mendidik Anda.

Mereka mungkin tidak memberikan materi, tetapi mereka memberikan semanggat dalam berusaha. Mereka mungkin tidak memberikan perhatian, tetapi dari mereka Anda tahu rasa sepi dan pentingnya kebersamaan.

Jadi teman berikan kepada anak-anak kita pengalaman yang kita dapatkan dari orangtua kita dan penuhi apa yang tidak kita dapatkan dari mereka secara benar.

2 Responses leave one →
  1. 2010 October 21

    Artikel yang sangat menarik!
    Memang kebiasaannya kita akan cuba memperbaiki perkara negatif dari didikan ibu dan ayah terhadap kita, tanpa kita tengok perkara positif dari didikan mereka.

  2. 2010 December 13

    Artikel ini serasa menohok saya juga, selama ini terlalu sibuk dan terkadang agak kasar dalam memperlakukan anak saat sedang lelah…terimakasih sudah diingatkan 🙂

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS