Ibu Yang Sempurna

2010 March 30
by Meidya Derni

Rasanya hampir setiap ibu ingin menjadi ibu yang sempurna, terutama ibu-ibu baru yang hanya ingin menjadi yang terbaik bagi anak-anak mereka. Walaupun defini ibu sempurna berbeda untuk setiap orang. Bahkan jika kita bertanya pada anak-anak pun jawaban mereka pun berbeda berdasarkan pengalaman mereka.

“Bagi saya, ibu yang sempurna adalah ibu yang mau mendengarkan saya ketika saya berbicara daripada meremehkan atau bahkan menyalahkan saya.”

“Ibu yang sempurna bagi saya adalah ibu yang ada saat saya membutuhkannya. Menyediakan bahu untuk menangis, bukan seseorang yang membuat saya menderita.”

“Ibu yang sempurna adalah ibu yang memperlakukan kami semua sama dan tidak mendukung, membedakan salah satu saudara kandung dari yang lainnya.”

“Ibu yang sempurna adalah ibu yang mencintaiku, bukan hanya karena aku adalah putrinya, tetapi mencintai saya apa adanya.”

“Ibu yang sempurna adalah ibu yang selalu tersenyum dan saya tahu padanya saya dapat minta bantuan. Ibu yang membuatku bahagia dengan pelukkannya.”

Saya sering mendengar ungkapan dari seorang ibu seperti: “Saya ibu yang gagal” atau “Memang saya ibu yang buruk.” hanya karena anaknya melakukan kesalahan ataupun karena ibu tak dapat mendisplinkan anaknya. Padahal saya tahu begitu banyak yang telah dia lakukan untuk anak-anaknya. Akibat dari perasaan bersalah tersebut malah membuat keadaan bertambah buruk.

Untuk itulah sebelum Anda berpikir untuk menjadi ibu yang sempurna ingatlah bahwa:

– Setiap anak unik. Tidak ada buku, artikel, atau pelajaran yang akan memberikan jawaban yang tepat bagi permasalahan anak Anda. Semua informasi harus disesuaikan dengan kepribadian anak.

– Ikuti naluri Anda. Sebagai ibu, Anda harus lebih tahu daripada orang lain tentang anak Anda.

– Jadilah diri  Anda sendiri. Gunakan bakat  dan kekuatan Anda sendiri untuk memperkaya hidup anak Anda.

– Do your best! Mengasuh anak bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja. Ini adalah suatu proses, pekerjaan yang harus Anda lakukan sehari-hari. Anda harus mau melakukan yang terbaik dalam pekerjaan ini untuk sukses dan untuk melihat hasilnya.

– Tahu kapan harus melangkah mundur. Menjadi ibu yang sempurna tidak berarti bahwa Anda melakukan segala sesuatu bagi anak Anda. Membiarkan anak-anak Anda untuk tumbuh dan berkembang atas kemauan sendiri tidak hanya memperkuat mereka saat dewasa, tetapi juga akan memperkuat hubungan Anda sebagai ibu dan anak.

– Take Care yourself!  Perhatikan kebutuhan Anda pribadi, sesibuk apapun Anda.

5 Responses leave one →
  1. 2010 March 30
    Sari permalink

    Perhatikan kebutuhan Anda pribadi?? maksudnya apa ya mba?
    Kadang sy memang merasa menginginkan “Me Time” tp selalu saja terhalang dengan rasa bersalah karena meninggalkan anak…
    Dan saya masih saja tidak percaya diri jika saya bisa menjadi ibu yg baik bagi anak saya….bagaimana ya mb? sy takut hal ini jg akan membuat anak saya menjadi tidak percaya diri…

  2. 2010 March 30

    Setiap manusia punya kebutuhan. Jangan sampai kesibukan mengurus keluarga melupakan kebutuhan pribadi. Baik itu kebutuhan jasmani maupun rohani, termasuk kebutuhan akan “Me time” 🙂 Jika ibu bahagia maka keluarga pun akan bahagia.

  3. 2010 April 27

    thanks atas sharingnya mbak meidya….
    jujur saya juga terkadang kepikiran, apakah saya ini udah jadi ibu yg the best bwt anak-anak….terlebih saya ini working mom yang waktunya harus terbagi antara kerja dan anak-anak.

    oiy, saya senang baca buku mbak yang “Happy Parenting”, bener2 meng-inspirasi saya ^^

  4. 2011 February 2
    Muzaina permalink

    Terima ksih mbak meidya….sangat bagus artikalnya.
    Buku ‘Happy Parenting ‘ ada ka dalam bahasa malaysia?…

  5. 2011 February 2

    Saat ini buku Happy Parenting beredar di Indonesia. Insha Allah, akan saya bicarakan dengan penerbitan di Indonesia untuk menawarkan ke Malaysia.

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS