“Apakabarnya hari ini?” sambut teman saya saat bertemu. Dia bertanya karena hari sebelumnya saat bertemu dengan saya mata saya merah, hidung berair dan tampak letih sekali. Hal tersebut karena saya sedang terjangkit alergi. Musim semi memang sering membuat orang yang memiliki alergi serbuk sari menderita.
“Saya pingin punya alergi. Tetapi alergi dengan bumbu, biar saya tidak perlu masak,” cetus salah satu teman saya yang lain. Tentulah mendengar ucapan teman saya membuat saya tertawa.
Teman saya yang berasal dari Pakistan ini memang sudah malas masuk dapur. Mengapa sudah malas, karena sebelumnya saat anak-anaknya masih tinggal bersamanya dia senang memasak makanan apa saja untuk putrinya dan teman-temannya yang sering bersantap di rumahnya. Tetapi kini setelah anak-anaknya tinggal terpisah, membuat dia malas memasak. Walaupun dia tetap masak juga untuk suaminya.
“Saya tidak habis pikir, kenapa ada orang yang senang berjam-jam di dapur hanya untuk masak!” ucap teman saya lagi.
“Iya ada juga yang senang berjam-jam belanja. Ada juga yang berjam-jam baca buku. Ada yang berjam-jam berkebun. Ada yang suka mancing dari sore sampai pagi hari,” cetus saya.
Mungkin bagi A kegiatan B aneh, dan bagi B kegiatan A aneh. Tetapi itulah passion mereka. Saat melakukan kegiatan tersebut mereka merasa bergairah, bahagia, bersemangat.
Nah teman untuk itulah lakukan apa yang membuat Anda bergairah, bahagia tak usah hiraukan pendapat orang, selama kegiatan tersebut tak merugikan orang lain. Tetapi jangan pula kegiatan tersebut merugikan Anda.
Jangan biarkan kegemaran Anda membuat Anda terlena akan waktu hingga akhirnya menjadi orang yang merugi.




Zen Muhammad A.
on Mar 17th, 2010
@ 10:20 am:
saya sepakat bunda… kadang satu dengan yang lain berbeda dalam kegemaran… itulah yg bikin perbedaan menjadi energi untuk saling melengkapi… ^_^