Bunga Kehidupan

2009 December 5
by Meidya Derni

Saat saya dan suami mengisi acara bincang-bincang buku “Happy Parenting” di salah satu stasiun radio di Indonesia, seorang pendengar bertanya pada kami. “Apa enaknya jadi orangtua?” Pertanyaan tersebut tentulah wajar jika kita berpikir betapa sulitnya jadi orangtua.

Bayangkan saja saat bayi Anda lahir. Tubuhnya mungil, lemah, tak bisa bicara dan sangat tergantung pada Anda sebagai orangtuanya. Waktu Anda menjadi bukan milik Anda lagi, karena kapan pun bayi Anda menjerit, maka Anda harus segera datang menghampirinya. Akibatnya Anda pun mulai dilanda krisis seperti kisah-kisah yang saya tulis di buku Happy Bunda. Anda pun berharap bayi Anda lekas besar, sehingga waktu Anda dapat sedikit longar.

Lalu setelah tahun berlalu bayi Anda tumbuh menjadi batita. Anak yang dulunya ditimang-timang kini mulai dapat berkata-kata bahkan membalas ucapan Anda. Jika Anda berkata duduk, maka dia akan bertanya kenapa? Atau malah dia akan berkata,”nggak mau!” Dia pun mulai bisa marah tanpa sebab yang jelas. Akibatnya tentu saja, jika Anda punya migran dapat membuat migran Anda kambuh 🙂

Pertumbuhan tubuhnya semakin pesat, kini dia bukan batita lagi. Anda pun terkagum-kagum dengan kemampuan yang mulai banyak dia kuasai. Tak terasa bayi yang dulu selalu minta dipeluk dan ditimang malah menghindari Anda. Kini dia sudah dapat bermain di luar rumah, asik dengan temannya. Perhatiannya kepada teman lebih besar dari perhatiannya kepada Anda. Perselihan pun mulai terjadi, hingga akhirnya tercetus “lebih mudah ngurus kamu saat bayi daripada sudah besar.”

Tantangan sebagai orangtua pun semakin besar. Anda tak ingin godaan lingkungan, teman yang buruk mempengaruhinya. Anda berusaha untuk tetap membimbingnya. Tetapi ternyata itu tidak mudah karena dunia mereka berbeda dengan dunia Anda dulu saat remaja.

Jika begitu sulitnya menjadi orangtua lalu mengapa kita ingin jadi orangtua? Buat saya anak adalah bunga kehidupan. Tanpa bunga hidup Anda tidak akan mati. Tetapi dengan bunga hidup Anda akan semakin semarak. Ada warna. Ada harum. Ada keindahan berbagai bentuk. Bukankah demikian?

Coba Anda perhatikan ruangan Anda ataupun rumah Anda. Anda merasa nyaman saat menatap bunga-bunga. Anda merasa suasana lebih semarah dengan hadirnya rangkaian bunga yang menghiasi ruang Anda ataupun meja Anda.

Setiap anak adalah bunga-bunga kehidupan. Suatu saat mereka akan bermekaran. Satu persatu. Ada yang cepat. Ada yang butuh waktu, seperti kisahku . Bunga yang membuat gardener harus terus bekerja. Karena work is never done! Menyebar benih. Memupuk. Menyirami. Menjaga dari serangan weed yang ganas, tumbuh cepat dan subur. Weed yang mematikan bunga-bunga.

Sebagai orangtua Anda pun ditutut untuk menjadi panutan dan contoh buat anak. Anda tak ingin anak berbohong, maka Anda tidak bisa berbohong. Anda tak ingin anak mencuri, maka Anda tak boleh mencuri. Anda tak ingin anak menjadi koruptor maka Anda tak boleh korupsi he..he.. Hal ini dapat membuat Anda terlatih untuk menahan diri, selalu berusaha menjaga perkataan dan perbuatan. Andapun pada akhirnya dapat menjadi manusia yang lebih baik.

Jadi bagaimana menurut Anda, apa enaknya jadi orangtua?

No comments yet

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS