Bercerita Itu Mudah

2009 May 6
tags:
by Meidya Derni

ceritaSebagai orangtua seringkali kita disibukkan oleh rutinitas sehari-hari. Sehingga waktu untuk bercerita dengan anak-anak pun terlupakan. Padahal bercerita memiliki manfaat yang besar, termasuk juga untuk anak balita.

Definisi bercerita adalah menuturkan sesuatu yang mengisahkan tentang perbuatan atau sesuatu kejadian dan disampaikan secara lisan dengan tujuan membagikan pengalaman dan pengetahuan kepada orang lain.

Bercerita pada anak berfungsi untuk mengembangakan potensi kemampuan berbahasa anak melalui pendengaran dan kemudian menuturkannya kembali dengan tujuan melatih ketrampilan anak dalam bercakap-cakap untuk menyampaikan ide dalam bentuk lisan.

Dalam kehidupan sehari-hari terkadang anak minta diceritakan  kisah yang sama berulang kali. Maka sebagai orangtua kita dapat mempengaruhi cara berfikir dan berperilaku anak melalui cerita, hingga mampu membantu pembentukan pribadi dan moral anak.

Ada pula anak yang memiliki teman imajinasi, tak jarang anak “mengarang” suatu cerita sehingga oleh sebagian orang tua dianggap sebagai kebohongan. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya, imajinasi anak-anak sedang membutuhkan penyaluran. Dengan bercerita dapat menyalurkan kebutuhan imajinasi dan fantasi

Cerita yang bagus tidak sekedar menghibur tetapi juga mendidik, sekaligus merangsang perkembangan bahasa hingga anak memiliki kemampuan menggunakan bahasa.Dengan demikian dapat memacu kemampuan verbal anak

Bercerita dengan mengunakan alat bantu buku, menjadi stimulasi yang efektif bagi anak untuk menumbuhkan minat baca. Minat itulah yang harus diberi lahan yang tepat, antara lain melalui kegiatan bercerita.

Dalam kegiatan bercerita anak mendapat tambahan pengalaman yang bisa jadi merupakan hal baru baginya, hingga dapat memperluas wawasan, cara berfikir anak dan membuka cakrawala pengetahuan anak.

Untuk memulai bercerita pada anak, tidaklah sulit seperti yang kita bayangkan. Bagi saya pribadi sebelum bercerita biasanya saya akan bertanya pada anak cerita yang bagaimana yang ingin mereka dengar. Lalu tokohnya siapa? Binatang, manusia, tumbuhan atau perpaduannya.  Karakter tokohnya bagaimana? Sebelum bercerita saya tidak  tahu akhirnya ceritanya nanti bagaimana. Bahkan terkadang pesan moral yang ingin saya sampaikan pun belum saya ketahui. Semua muncul tiba-tiba saat saya sedang bercerita dengan melibatkan pendengar (anak-anak saya). Alur ceritanya pun dibuat seketika saat bercerita. Anak-anak saya libatkan dalam membuat alur tersebut. Dengan demikian bercerita menjadi hal yang mudah dan menyenangkan. Terkadang setelah bercerita saya tulis ulang cerita tersebut untuk saya jadikan naskah buku anak 🙂

Pengalaman hidup, kisah masa kecil bahkan kejadian yang kita alami hari ini dapat kita jadikan bahan untuk bercerita pada anak. Sudahkah Anda bercerita pada anak hari ini?

No comments yet

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS