Tip Mempesona Pria

2009 April 15
by Meidya Derni

nikahDalam suatu acara talk show di Fox TV yang membahas tentang hubungan antara pria dan wanita ada pertanyaan dari peserta yang membuat saya terhenti sejenang dari beraktifitas di ruang fitnes.

Pertanyaan tersebut datang dari 3 wanita muda, cantik, menarik, memiliki karir dan senang berpesta. Pertanyaan adalah, mengapa kami belum bertemu dengan pria yang benar-benar tertarik pada kami.

Pertanyaan tersebut ditujukan kepada pembawa acara dan juga sekumpulan pria yang terdiri dari aktor, phisikolog, pebisnis dan atlit. Jawaban dari para pria tersebut adalah karena kamu tidak punya rasa percaya diri! Kamu tidak tahu apa yang kamu inginkan!

β€œAnda pikir mengapa pria tertarik dengan wanita yang lebih tua? Itu karena wanita tersebut tahu apa yang dia inginkan, punya rasa percaya diri yang kuat. Sehingga penampilan mereka tampak mempesona. Saran kami, tumbuhkan rasa percaya diri Anda. Jika Anda sudah punya itu tak perlu mencari, pria akan datang dengan sendirinya.”

Mereka pun mengambil contoh Pangeran Charles yang sangat mencintai Camillia Parker. Beliau memiliki kepercayaan diri yang kuat, memiliki kepribadian yang mempesona. Dia mampu menjadi kawan, kekasih, dan ibu bagi Charles. Dan Camilla adalah wanita yang mampu membuat laki-laki menjadi laki-laki sejati.

Mendengar penjelasan para pria tersebut membuat saya teringat kepada teman-teman saya yang belum menikah. Kadang kala saya melihat mereka berwajah muram, apalagi jika sudah disinggung mengenai masalah pernikahan. Pencarian pasangan hidup membuat mereka kehilangan kepercayaan diri tanpa mereka sadari. Akibatnya malah marah, kesal, kecewa pada diri sendiri, dan inilah yang terpancar di wajah mereka.

Untuk menutupi hilangnya kepercayaan diri tersebut terkadang wanita berdandan, berpakaian yang dapat menarik perhatian orang lain. Tak jarang mereka menghabiskan dana yang besar hanya untuk mempesona orang lain.

Mereka lupa bahwa seorang wanita dengan pribadi yang mempesona bukanlah terbatas pada wajah yang cantik, tubuh yang aduhai, serta berbagai kualitas jasmaniah lainnya. Pesona itu harus keluar dari dalam dirinya sendiri, secara wajar.

Misalnya saja seseorang yang berbahagia. Maka dari wajahnya terpancar sesuatu yang sedap dipandang. Ia pun membawa kecerahan bagi orang lain di sekitarnya. Sehingga banyak orang yang betah berlama-lama dan berdekatan dengan dirinya.

Oh iya, cantik itu tergantung pada siapa yang melihat. Contohnya setiap anak, cantik di mata Bundanya. Sekalipun anak tersebut buta, tuli, cacat, botak, dll.Β  Benar khan Bunda? πŸ™‚

4 Responses leave one →
  1. 2009 April 15

    assalamu’alaikum

    slm knal mbk, sy suka buku mbk yg judulnya “catatan cinta sang istri”, n lgsng bli pas pertama kali muncul, menyentuh bgt99 terutama bg saya yg baru menikah…..=)

    sy boleh me-link blog nya nggak mbak?? terimakasih

    wassalamu’alaikum

  2. 2009 April 15

    waalaikumsalam,

    salam kenal kembali.
    Alhamdulilah kalau ada hikmah yang bisa diambil.

    Boleh, silahkan di link πŸ™‚

  3. 2009 April 16

    Menarik juga Mbak… meski kalau menurut saya bukan satu-satunya faktor, sih :). Tapi bisa disambungin juga ya, artinya kalau ada kekhawatiran, itu juga bagian dari kurangnya percaya diri mungkin?

  4. 2009 April 16

    iya, ada faktor Allah yang menentukan.

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS