Saat tulisan selesai ditulis, diedit, diedit ulang, diedit kembali, disampaikan kepada redaksi tibalah waktunya menunggu. Ada debaran, ada gejolak , berharap cemas seakan menanti seseorang yang dicintai. Ketika editor menyetujui, hati berbunga-bunga. Penantian pun berlanjut, pikiran mengembara, menduga-duga bagaimana bentuk bukunya kelak? Bagaimana cover depannya, apa judul bukunya, bagaimana layout-nya, editing akhir. Saat melihat wujud buku tersebut menguap sudah segala pertanyaan. Lalu muncul pertanyaan baru apakah buku saya akan disukai pembacanya? Alhamdulilah buku saya baru terbit lagi
Sungguh menulis membuat hidup orang menjadi bergairah. Hari tak lagi satu warna, ada warna-warni lainnya yang menanti. Ada kecemasan, ada penantian, ada gairah, ada letupan, ada loncatan riang, ada mimpi-mimpi indah. Untuk itu jika Anda merasa bosan dengan rutinitas sehari-hari cobalah melakukan therapy menulis. Mulailah dari membuat jurnal, apalagi sekarang sudah banyak fasilitas gratis untuk menulis jurnal. Bahkan dilengkapi dengan gambar dan tampilan yang menarik.
Saya sependapat dengan artikel yang disampaikan di Republika dibawah ini, bagaimana dengan Anda?
Read the rest of this entry »